Selasa, 17 Maret 2020

Teori Produksi



TEORI PRODUKSI


1.Teori Produksi dan Faktor Produksi



1.        Teori Produksi

Teori produksi adalah studi tentang produksi atau proses ekonomi untuk mengubah faktor produksi (input) menjadi hasil produksi (output). Produksi menggunakan sumber daya untuk menciptakan barang atau jasa yang sesuai untuk digunakan. Dalam teori produksi, produksi adalah suatu kegiatan untuk menambah nilai guna pada suatu barang. Produksi di ukur sebagai “tingkat hasil produksi (output) perperiode waktu” karena merupakan konsep aliran.
Ada 3 aspek proses produksi antara lain :
a)      Kuantitas barang atau jasa di hasilkan.
b)      Bentuk barang atau jasa di ciptakan, dan
c)     Distribusi temporal dan spasial dari barang atau jasa yang di hasilkan.
Proses produksi dapat di definisikan sebagai kegiatan yang meningkatkan kesamaan antara pola permintaan barang atau jasa dan kuantitas, bentuk ukuran, panjang dan distribusi barang atau jasa tersedia bagi pasar.

2.        Fungsi Produksi

Fungsi produksi adalah suatu persamaan yang menunjukan hubungan ketergantungan antara tingkat input yang digunakan dalam proses produksi dengan tingkat output yang di hasilkan. faktor-faktor produksi dikenal pula dengan istilah input dan jumlah produksi selalu juga disebut sebagai output.
Fungsi produksi secara matematis sebagai berikut : Q = F (K,L,R,T)
Q = Jumlah output (hasil)
K = Kapital (Modal)
L = Labour (Tenaga Kerja)
R = Raw Material (Kekayaan)
T = Teknologi



3.        Faktor Teori Produksi

Dalam teori ini input atau sumber daya yang di gunakan dalam proses produksi disebut faktor-faktor produksi sebagai berikut :
a)      Manusia (Tenaga Kerja)
b)      Modal
c)      Sumber Daya Alam (Tanah)
d)     Skill (Teknologi)

4.        Teori Produksi Dengan Satu Faktor Berubah

Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis tersebut bahwa faktor-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan tanah jumlahnya di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja
Q = F(L)
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa :
“Apabila faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahannya, tetapi sesudah mencapai suatu tingkat tertentu produksi tambahan akan semakinberkurang dan akhirnya mencapai nilai negatif. Sifat pertambahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan produksi total semakin lambat dan akhirnya ia mencapai tingkat yang maksimum dan kemudian menurun”.
Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa tenaga kerja yang digunakan dapat dibedakan dalam 3 tahap :
·     Tahap pertama      : produksi total mengalami pertambahan yang                semakin cepat.
·    Tahap kedua            : produksi total pertambahannya.
·    Tahap ketiga            : produksi total semakin lama semakin berkurang.







Produksi Total, Produksi Rata-Rata Dan Produksi Marjinal

Produksi Total
Jumlah produksi yang dihasilkan selama jangka waktu tertentu.
Contoh: Musim Duren, buah duren hanya dapat dihasilkan pada musim duren.
TP= TFC+TVC

Produk Rata - rata
Produk rata- rata (AP) adalah produk total (TL) yang dibagi dengan jumlah unit faktor produksi
AP = TP/L
ket :
AP = Produk rata-rata (average product)
TP = Produk total (total product)
L = Tenaga kerja (Labor)

Produk Marjinal
Pertambahan produksi yang dihasilkan dari pertambahan penggunaan satu unit faktor produksi.
Contoh: Seorang petani menambahkan tenaga kerja agar produk yang di hasilkan lebih banyak.
MP = ΔTP/ΔL
ket :
MP = Produk marjinal (marginal product)
TP = Produk total (total product)
L = Tenaga kerja (Labor)
Δ = Perubahan (selisih)

Teori produksi dengan dua faktor berubah

Dalam analisis yang berikut dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja dan modal.
Teori Produksi terbagi menjadi dua yaitu, Teori Produksi Jangka Pendek dan Teori Produksi Jangka Panjang. Teori produksi yang sederhana menggambarkan hubungan antara tingkat produksi suatu komoditas dengan satu faktor froduksi yang variabel. Konsep Produksi Jangka Pendek faktor-faktor produksi terbagi menjadi dua yaitu, fixed input dan variable input. Dalam hubungan tersebut trdapat faktor produksi tetap yang jumlahnya tidak akan berubah. Untuk meningkatkan jumlah produksi, dalam jangka pendek perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor produksi yang dianggap tetap. Faktor produksi yang dianggap tetap seperti mesin, bangunan, tanah peralatan produksi dll. Sedangkan faktor produksi yang dapat mengalami perubahan misalkan tenaga kerja. Dengan hubungan produksi seperti ini dapat diketahui hubungan antara Total Product (Q),Marginal Product (MP) dan Average Product (AP). Hubungan antara Marginal Product dengan Average Product adalah jika marginal product lebih besar dari average product maka average product akan naik. Sebaliknya jika marginal product turun maka average product akan turun. Karena itu garis marginal product akan memotong average product pada titik average product maksimum. Dan akan menunjukan daerah-daerah produksi yang akan menentukan daerah yang paling produktif.
Dalam teori produksi jangka pendek, elastisitas produksi juga dapat digunakan untuk menunjukan daerah yang rasional, yaitu  menunjukan ratio perubahan relative output yang dihasilkan terhadap perubahan relative jumlah input yang digunakan tanpa perlu melihat kurva.
Q = F(L,C)
L = Labour (Tenaga Kerja)
C = Capital (Modal)

Hukum Hasil yang Semakin Berkurang (The Law of Diminishing Return)

Merupakan hukum yang dicetuskan oleh David Richardo. Hukum ini menyatakan bahwa penambahan faktor produksi tidak selalu memberikan peningkatan hasil yang sebanding, pada titik tertentu, penambahan hasil akan semakin berkurang meskipun faktor produksi terus ditambah. Hal ini dikarenakan penambahan iput secara terus menerus akan berakibat pada jumlah input yang melebihi kapasitas produksi sehingga produktivitas tidak lagi maksimal.

Kurva Isoquant dan Isocost

Kurva isoquant adalah kurva yang menunjukkan kombinasi dua macam input yang berbeda yang akan menghasilkan jumlah output yang sama.

Ciri kurva isoquant: mempunyai kemiringan negatif, cembung ke titik origin, tidak pernah berpotongan satu sama lain, semakin ke kanan menunjukkan semakin tinggi output yang dapat dihasilkan

Kurva isocost adalah kurva yang menunjukkan kombinasi dua macam input yang memiliki total biaya yang sama.





KUIS

1.      Suatu proses produksi menggunakan input L dan input K untuk menghasilkan produk
tertentu. Dalam proses produksi tersebut, input L sebagai input variabel dan input K sebagao input tetap pada tingkat 20 unit. Persamaan produksi total yang dihasilkan dari proses produksi tersebut ditunjukkan oleh persamaan: Q = 6L + 20. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan jumlah output (Q) yang dihasilkanpada tingkat penggunaan input L sebanyak 10 unit.

2.  Suatu proses produksi yang menggunakan input L dan K untuk menghasilkan produk tertentu. Dalam proses produksi tersebut, input L sebagai input variabel dan input K sebagai input tetap pada tingkat 20 unit. Persamaan produksi total yang dihasilkan dari proses produksi tersebut ditunjukkan oleh persamaan: Q = 6L + 20. Berdasarkan informasi tersebut, tentukan produksi rata-rata L (APL) pada tingkat penggunaan input L sebanyak 10 unit.

3.   Suatu proses produksi yang menggunakan input L dan input K untuk menghasilkan produk

tertentu. Dalam proses produksi tersebut, input L sebagai input variabel dan input K sebagai input tetap pada tingkat 20 unit. Persamaan produksi total yang dihasilkan dari proses produksi tersebut ditunjukkan oleh persamaan: Q = 6L + 20. Berdasarkan informasi tersebut, jika produsen menambah tenaga kerja satu orang, yakni dari 9 orang menjadi 10 orang, tentukan produksi marjinal L (MPL) pada tingkat penggunaan inputtenaga kerja (L) sebanyak 10 orang.